Manfaat Puasa Dalam Perspektif Kesehatan

 Nama : Restu Wali Khevanastiti

 Kelas  : 2B 

 NIM    : 12114039

 Matkul : Filsafat Ilmu / UTS


       Selasa, 26 April 2022

   Puasa secara bahasa artinya menahan dari sesuatu. Adapun scara istilah syar’i artinya menahan diri dari makan, minum dan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa yang disertai sengan niat dari mulai terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.

    Berpuasa adalah kegiatan berpantang makanan, dan atau minuman selama jangka waktu tertentu. Puasa bukanlah penemuan zaman modern, karena kebiasaan berpuasa sudah dipraktekkan selama berabad-abad dan menjadi bagian  dari agama dan budaya di seluruh dunia selama ribuan tahun. Dan pada umumnya kegunaan atau fungsi dari puasa itu sendiri adalah  untuk memenuhi kebutuhan metafisik: pembersihan jiwa, penebusan dosa, pemurnian, atau pelatihan mental. 

    Anjuran berpuasa tidak hanya dinjurkan atau diwajibkan kepada salah satu agama tertentu. Akan tetapai, banyak dari agama-agama khususnya agama abrahamic (Yahudi, Kristen dan Islam) menegaskan tentang anjuran berpuasa. Agama-agama wadh’i pun banyak yang menegaskan tentang ajaran bepuasa, seperti agama Buddha, Konghuchu, Hindu dan lain-lain.

    Adapun apabila ditinjau secara psikologis, berpuasa berarti belajar dan berusaha mengontrol diri dan emosi sebagi control internal seperti marah, nafu dan lain-lain. 

   Puasa pada makhluk hidup adalah di antara hakikat-hakikat ilmiah yang bisa diterima. Sesungguhnya yang berpuasa bukan hanya manusia saja. Karena para ilmuwan biologi telah membuktikan bahwa terdapat banyak makhluk hidup selain manusia menjalani puasa pada fase-fase kehidupan mereka, seperti: Unta, ular anaconda, beruang kutub, dan serangga.Para ilmuwan juga menganggap bahwa puasa adalah suatu fenomena kehidupan alami, yang menjadikan kehidupan berjalan dengan lurus, sehat dan sempurna. Maka disini nampak dengan jelas hikmah kesehatan pada syariat puasa. Karena puasa membantu seluruh makhluk hidup untuk beradaptasi dengan makanan yang sangat sedikit dan membuatnya mampu menjalani kehidupan secara alami dan normal. Sebagiamana ilmu-ilmu pengetahuan modern menetapkan bahwa puasa juga melindungi makhluk hidup dari berbagai penyakit dan membantu penyembuhan secara efektif.

    Beberapa pernyataan dokter-dokter terkemuka di dunia, melalui penelitian dan karya ilmiah mereka, setelah mereka mengadakan penelitian tentang puasa :

1. Ibnu Sina, seorang filosof dan dokter muslim yang termasyur, mewajibkan puasa selama tiga minggu untuk beberapa kondisi penyakit yang ditanginya. Ada unsur lain yang menyebutkan bahwa Ibnu Sina menganggap puasa sebagai unsur penting dalam penyembuhan penyakit cacar dan penyakit kelamin. Menurutnya, puasa merupakan salah satu sarana efektif untuk
melepaskan beberapa mikroorganisme di dalam tubuh, yang di antaranya adalah mikroorganisme yang terdapat di dalam penyakit kelamin. Ini disebabkan karena puasa mengandung unsur yang dapat menghancurkan sel￾sel yang telah rusak untuk kemudian dibangunnya kembali menjadi sel-sel
yang baru. Inilah yang disebut dengan puasa dalam pengobatan penyakit kelamin. Terapi ini sendiri merupakan pengobatan cara Timur klasik. Di samping itu, masih banyak lagi kondisi-kondisi yang dapat dimanfaatkan dari pengobatan cara ini. Sehingga pada masa modern ini, terapi puasa telah banyak dipergunakan oleh para pakar kedokteran.Dalam hal lain, Ibnu sina dalam menangani pasiennya, beliau terlebih dahulu melihat tentang sebab-sebab timbulnya penyakit tersebut dengan cara mengenali kejiwaan pasien tersebut. 

2. Shelton dalam bukunya tentang puasa, “Le Jeunu”, dan riset yang dilakukan oleh Lutzner H. dalam bukunya yang berjudul “Kembali Hidup Sehat dengan Puasa” yang diterjemahkan oleh dokter Thahir Ismail. Berikut ini adalah beberapa manfaat puasa, yaitu:
- Puasa adalah bentuk relaksasi69 agar dapat melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi dalam anggota tubuh.
- Puasa dapat menghentikan proses penyerapan sisa-sisa makanan di dalam usus lalu membuangnya. Karena tanpa adanya proses pembuangan sisa-sisa sari makanan ini, maka akan mengakibatkan penumpukan dan merubahnya menjadi racun. Sebagaimana juga puasa merupakan satu-satunya cara untuk membersihkan racun yang tertumpuk di dalam tubuh ataupun racun yang baru masuk melalui makanan yang terkontaminasi.
- Dengan puasa, tubuh akan mampu menghancurkan zat-zat yang berlebihan dalam tubuh dan juga melarutkan endapan-endapan yang terdapat dalam jaringan tubuh manusia.
- Puasa adalah alat untuk meremajakan dan mengembalikan vitalitas pada berbagai macam sel dan jaringan dalam tubuh.
- Puasa dapat melancarkan proses pencernaan dan memudahkan penyerapan sari-sari makanan, serta menstabilkan proses masuknya makanan secara berlebihan.
- Puasa memiliki pengaruh yang besar pada kulit seperti halnya yang dilakukan alat-alat kosmetik demi mendapatkan kecantikan dan kehalusan kulit.
- Puasa adalah tehnik pengobatan yang manjur dan paling sedikit resikonya dalam mengobati berbagai macam penyakit yang terus berkembang. Puasa meringankan beban dalam sistem sirkulasi, begitu juga dapat menurunkan kadar lemak dan asam urat dalam darah. Sehingga tubuhpun terjaga dari kemungkinan terjadinya pembekuan pada pembuluh arteri (pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung), encok, dan penyakit penyakit lainnya yang berhubungan dengan masalah nutrisi, sirkulasi
tubuh, dan penyakit jantung.

1. Meningkatkan suasana hati

    Riset membuktikan, puasa dapat meningkatkan rasa pencapaian, kebanggaan, kontrol diri, harga diri dengan rasa prestasi.
Hal tersebut terjadi karena puasa dapat meningkatkan produksi hormon-hormon tertentu yang mendorong rasa bahagia.

2. Meredakan stres dan kecemasan
     Puasa dapat meningkatkan produksi enzim-ensim pada otak yang meniru efek obat anti-depresi.

3. Meningkatkan daya ingat
     Puasa dapat meremajakan sel-sel hippocampus, yang merupakan pusat memori pada otak.
Itu sebabnya, puasa bisa menjadi alternatif untuk menignkatkan daya ingat dan fungsi kognitif otak kita.

   Dalam melakukan ibadah puasa juga harus memiliki aturan sehingga kita memperoleh dampak yang baik bagi kesehatan. Aturan ini juga merupakan anjuran Rasulullah Saw. sehingga dengan kita mengikuti aturan tersebut tubuh kita akan merasakan betapa nikmatnya dalam melakukan ibadah puasa. Diantara aturan puasa tersebut sebagai berikut:


1. Tidak melakukan puasa wishal

Puasa wishal adalah menyambungkan puasa sehari setelah ia berpuasa tanpa berbuka antara keduanya. Padahal, kaum muslimin yang berpuasa diperintahkan untuk berbuka setiap malamnya. Untuk melakukan wishal dengan tidak makan hingga hari berikutya dan melanjutkan puasa, dihukumi terlarang. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw. Artinya: “Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra. bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda: "Janganlah kalian melaksanakan puasa wishal, maka siapa dari kalian yang mau melakukan puasa wishal hendaklah dia melakukannya hingga (makan) sahur". Mereka berkata: "Bukankah anda melakukan puasa wishal, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Aku diberi
makan dan minum ” (HR. Bukhari) Hadis Nabi di atas memberikan sebuah penegasan bahwa puasa wishal terlarang. Hikmah larangannya karena dapat mendatangkan bahaya, melemahkan badan dan dapat mendatangkan kejemuan. Maka dari itu anjuran Nabi dalam melakukan puasa hanya dibatasi oleh waktu dari sahur sampai maghrib.Pada saat berpuasa, tubuh manusia akan mendapatkan energi dari simpanan zat gula dalam bentuk glikogen yang tersimpan di hati dan otot. Stok zat gula ini akan
dimanfaatkan pada hari-hari awal puasa. Setelah itu tubuh akan memanfaatkan simpanan zat lemak, akan tetapi zat lemak ini tidak dipergunakan untuk membentuk sel-sel esensial sama sekali berapapun lamanya waktu puasa. Kemudian tubuh mengumpulkan semua zat yang dihasilkan oleh proses diatas dan memanfaatkannya untuk menghasilkan energi bagi tubuh dan untuk menjaga fungsi kerja organ tubuh dan jaringan lainnya saat berpuasa.Pada puasa yang dilakukan berkepanjangan (tidak seperti puasa versi Islam yang dibatasi oleh waktu dari sahur sampai maghrib), setelah memanfaatkan simpanan glikogen dan lemak, tubuh akan mengoksidasi zat-zat protein dan mengubahnya menjadi gula untuk tetap mempertahankan suplai energi yang dibutuhkan. Ini berarti tubuh menghancurkan jaringan protein yang dimiliki oleh otot sehingga akan menimbulkan rasa sakit pada bagian otot yang proteinnya dihancurkan. Para ilmuwan menyebut proses pencairan atau penghancuran simpanan lemak dan rotein tubuh ini dengan nama "Autolyze". Berlebihan dalam menahan masuknya makanan ke dalam tubuh, akan mengakibatkan munculnya gangguan pada kelancaran sistem nutrisi saraf di otak tengah, sehingga akan menimbulkan pengaruh pada kelenjar endokrin dan perilaku serta mental. 

2. Melakukan sahur dan menyegerakan berbuka
    
Mengenai waktu melakukan sahur kebanyakan para ahli menganjurkan untuk memperlambat makan sahur. Hal ini bertujuan agar energi yang dihasilkan masih bisa bertahan hingga tengah hari. Sebagaimana yang dianjurkan Nabi Saw. waktu sahur yang baik adalah di akhir waktunya sebelum imsak.
Sebuah kesalahan bila ada orang yang ingin mempercepat sahurnya sebelum tidur, karena hal itu akan mengakibatkan lapar, lelah, dan demam akibat mengkomsumsi zat gula dalam darah lebih awal. Pada puasa terjadi proses metabolisme yang hebat. Karena dalam proses metabolisme saat berpuasa mencakup proses katabolisme dan sekaligus juga anabolisme. Dimana setelah manusia mengkonsumsi makanan pada saat sahur,
dimulailah pembentukan senyawa-senyawa penting di dalam sel, memperbarui zat-zat simpanan yang akan dimanfaatkan untuk melahirkan energi. Setelah proses penyerapan nutrisi yang masuk lewat makan sahur, dimulailah proses katabolisme yaitu dengan diuraikannya simpanan nutrisi berupa glikogen dan lemak untuk memberikan energi yang diperlukan tubuh saat beraktivitas di siang hari puasa Anjuran Rasulullah Saw. ini memiliki tujuan agar tubuh bisa mendapatkan pasokan nutrisi bagi tubuh agar bisa melakukan proses anabolisme 4 jam setelah dimulainya puasa. Dan dengan adanya makan sahur ini, masa-masa setelah penyerapan bisa dikurangi.Rasulullah Saw. juga menganjurkan untuk melambatkan sahur. Adanya anjuran untuk memperlambat sahur dan menyegerakan berbuka puasa adalah untuk memangkas waktu berpuasa sebisa mungkin, agar masa berpuasa tidak melebihi waktu proses setelah penyerapan. Selanjutnya, puasa sama sekali tidak akan menyebabkan gangguan fisik dan juga efek berbahaya bagi mental. Dan berdasarkan hal ini, kita bisa dengan tegas mengatakan bahwa saat berpuasa yang terhenti adalah proses pencernaan, bukan proses penyaluran nutrisi. Sel-sel tubuh tetap berfungsi seperti biasa dan mendapatkan keperluannya dari zat-zat simpanan ini setelah diproses terlebih dahulu yang kemudian dicerna lagi di dalam sel. Maka berubahlah glikogen menjadi glukosa, lemak dan protein menjadi asam lemak dan asam amino. 

3. Berbuka puasa dengan kurma
    
 Puasa dan kurma memiliki hubungan yang sangat erat sepanjang sejarah. Manakala musim panen kurma tiba, orang-orang akan mengumpulkan buah kurma dalam jumlah yang banyak dan menyimpannya untuk keperluan di bulanRamadan. Jarang sekali anda akan menemui pada bulan ini orang Islam yang tidak memiliki kurma. Sejak dulu hingga saat ini kurma merupakan makanan yang penting bagi umat manusia. Rasulullah Saw. juga telah menganjurkan kepada orang-orang yang berpuasa untuk menjadikan buah kurma sebagai awal makanan yang mereka konsumsi saat berbuka puasa. Dalam berbuka puasa, sudah seharusnya seseorang mengikuti petunjuk dan aturan dalam mengkonsumsi makanan yang sudah digariskan oleh Rasulullah Saw. bagi umatnya. Ketika orang yang berpuasa memulai mengkonsumsi makanan, maka organ pencernaan pun akan langsung bereaksi untuk kembali menjalankan fungsinya. Khususnya lagi organ lambung yang harus diberi reaksi dengan lembut. Saat berbuka puasa, seseorang membutuhkan sumber zat gula secepatnya agar rasa lapar menghilang, seperti halnya ia membutuhkan air. Karena zat makanan yang paling cepat diserap dan sampai ke dalam darah adalah zat-zat yang mengandung unsur gula. Lebih jelasnya lagi akan dipaparkan, bahwa proses penyerapan berakhir yaitu pada sore hari, konsentrasi glukosa dan Insulin yang ada di dalam pembuluh vena porta (vena besar yang membawa darah kaya nutrisi dari usus dan limpa ke hati) akan berkurang. Ini akan membuat berkurangnya proses produksi glukosa yang akan dimanfaatkan oleh sel-sel hati dan jaringan tepi seperti sel-sel otot dan sel saraf. Dalam analisa kimia dan fisiologis terhadap kurma, Dr. Ahmad Abdurrauf Hisyam dan Dr. Ahmad As-Syahat memaparkan beberapa kesimpulan penting yaitu:
1. Dengan mengkonsumsi kurma ruthab ataupun tamar, tubuh akan mendapatkan pasokan zat gula yang besar. Sehingga kondisi kekurangan zat gula bisa teratasi dan tubuhpun menjadi bugar.
2. Saat lambung dan usus dalam keadaan kosong, penyerapan zat-zat gula bisa dilakukan dengan cepat.
3. Kandungan zat gula yang sangat sederhana di dalam kurma, membuat proses penyerapan menjadi sangat mudah. Sehingga dalam waktu singkat kadar gula dalam darah bisa kembali meningkat.
4. Dengan mengkonsumsi kurma yang direndam dalam air, atau dengan hanya memakan kurma ruthab yang kandungan airnya 65-70%, akan memberikan tambahan air bagi tubuh. Sehingga kita tidak perlu lagi untuk meminum banyak air saat berbuka puasa.
 
 Dengan demikian, dapat penulis simpulkan bahwa bagi siapa pun yang mengamati bagaimana proses pergantian energi yang terjadi pada saat berpuasa, maka ia akan merasakan betapa Maha Besar dan Agungnya penciptaan dan rahasia yang Allah Swt. letakkan di dalamnya. Orang itu juga akan dengan jelas mengetahui bahwa hikmah dari syariat puasa beserta anjuran dalam makan sahur dan berbuka, semuanya bertujuan untuk memberikan pendidikan bagi fisik dan mental manusia.


Komentar